SOUND/AUDIO

Audio Processing

Merupakan proses untuk memperbaiki, mengenali dan melakukan segala macam suara ke dalam media digital(proses digitalisasi). Atau juga membuat sinyal suara (analog) menjai sinyal digital dalam kuantisasi.

ANALOG TO DIGITAL CONVERSION (ADC)

 

Adalah proses mengubah amplitudo gelombang bunyi ke dalam waktu interval tertentu (disebut juga sampling), sehingga menghasilkan representasi digital dari suara.

Sampling rate : beberapa gelombang yang diambil dalam satu detik.

DIGITAL TO ANALOG CONVERTER (DAC)

Adalah proses mengubah digital audio menjadi sinyal analog. DAC biasanya hanya menerima sinyal digital Pulse Code Modulation (PCM). PCM adalah representasi digital dari sinyal analog, dimana gelombang disample secara beraturan berdasarkan interval waktu tertentu, yang kemudian akan diubah ke biner. Proses pengubahan ke biner disebut Quantisasi.

PCM ditemukan oleh insinyur dari Inggris, bernama Alec Revees pada tahun 1937.

Contoh DAC adalah: soundcard, CDPlayer, IPod, mp3player

Nyquist theorem

Adalah Shud frekuensi sampling lebih besar dari maksimal komponen. Frekuensi juga berlaku untuk Fiber Optik atau hanya untuk kawat tembaga. Nyquist Theorem yang merupakan ekspresi mathermatical, sehingga independen dari bahan apa yang keseringan diukur Ketika sebuah sampel dengan seringnya Frekuensi f maka frekuensi sampel harus diukur dua kali satu (2f).Menjadi sinyal yang lebih tepat seharusnya tidak berisi dengan spektrum Fourier atau sinus frequnce f cosines di atas, maka oleh sampel di 2f Anda dapat kembali sinyal.

Menurut teorema Nyquist ,urutan waktu diskrit dari sebuah fungsi kontinu sampel {V (tn = n Ts)} berisi informasi yang cukup untuk mereproduksi fungsi V = V (t) tepatnya ketentuan bahwa laju sampling (fs = 1/Ts) setidaknya dua kali frekuensi tertinggi yang terkandung dalam sinyal asli V (t):

[Teorema Nyquist]  di mana:

FS = 1/TS – frekuensi sampling
V (t) – nilai sinyal (tegangan) pada waktu yang sewenang-wenang t
V [n] = V (n TS) – nilai sinyal pada waktu t = n TS

 

 

Signal to Noise Ratio (SNR)

ialah Perbandingan (ratio) antara kekuatan Sinyal (signal strength) dengan kekuatan Derau (noise level).Nilai SNR dipakai untuk menunjukkan kualitas jalur (medium) koneksi. Makin besar nilai SNR, makin tinggi kualitas jalur tersebut. Artinya, makin besar pula kemungkinan jalur itu dipakai untuk lalu-lintas komunikasi data & sinyal dalam kecepatan tinggi.Nilai SNR suatu jalur dapat dikatakan pada umumnya tetap, berapapun kecepatan data yang melalui jalur tersebut. .SNR tidak sama dengan SNRM, namun keduanya saling berkaitan erat satu sama lainnya. Satuan ukuran SNR dan SNRM adalah decibel (dB) . logarithmic.

Meskipun dituliskan dengan cara/nama (label) yg berbeda² (SNR, SNR Margin, Noise Margin, Margin, Receive Margin, dsb) pada tiap merk & model modem/router ADSL, yang dilapokan oleh alat itu sebenarnya adalah nilaiSNRM, bukan nilai SNR[kecuali kalau disebutkan demikian secara spesifik pada manual peralatan].

Signal to Noise Margin (SNRM)

  1. Perbedaan (margin) atau Perbandingan Relatif antara Kekuatan Sinyal ADSL dengan Derau (noise) yang ada pada jalur komunikasi.
  2. Perbedaan antara nilai SNR_Sebenarnya dari suatu jalur komunikasi dengan SNR_yg_Dibutuhkan oleh jalur tersebut supaya bisa dipakai untuk menyelenggarakan komunikasi pada suatu tingkat kecepatan tertentu.

Contoh:  Misalkan diketahui bahwa kecepatan sebesar 384 kbps membutuhkan tingkat SNR sebesar 20 dB. Diketahui pula bahwa ternyata nilai SNR sebenarnya dari jalur yang dipakai tersebut adalah 45 dB. Maka dapat dihitung bahwa nilai SNRM nya adalah 25 dB, yaitu

SNRM = SNR_Sebenarnya – SNR_yg_Dibutuhkan = 45 dB – 20 dB = 25 dB

 

Audio Filtering

Filtering merupakan istilah untuk memangkas habis gain suara dari frekuensi-frekuensi tertentu dan meloloskan frekuensi-frekuensi yang kita inginkan agar suara tetap terdengar. Filtering yang paling umum digunakan adalah filter untuk memotong frekuensi low yang biasa disebut dengan low cuts (disebut juga dengan high-pass filters) dan filter untuk memotong frekuensi high yang disebut dengan high-cuts (disebut juga dengan low-pass filters).
Filter lain yang juga sering digunakan adalah band-pass filters yang berarti meninggalkan frekuensi tertentu yang diinginkan sambil memangkas habis frekuensi lainnya, dan notch filters yang berarti memangkas habis salah satu frekuensi.

Teknik filtering banyak digunakan untuk menyaring (filter) frekuensi agar mendapat suara yang kita inginkan tanpa adanya gangguan dari frekuensi yang tidak kita inginkan.

Iklan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: