Akhirnya Sarjana….

Ini adalah Postingan keduaku ditahun permulaan segalanya,2014. postingan ini sedikit telat karena seharusnya telah terposting beberapa bulan yang lalu. tapi gapapa, berhubung aku 1taun terakhir males memegang blog, mengadopsi pepatah “lebih baik terlambat daripada sangat terlambat” aku posting saja buat menuh-menuhin blog ini.. klo kata orang jawa “ben gk suwung, ngkok dipanggoni setan,jin,genderuwo lan bolo krowo ne” 😀

2 Setan Kecil

2 Setan Kecil

Oke lets start.. sebelumnya aku tanya bagi kalian atau anda yang melihat foto diatas ini, bisakah kalian atau anda merasakan apa yang aku rasakan dalam foto itu? berapa persen kadar kebahagianku? bagi yang belom pernah memakai toga mungkin gk akan pernah bisa merasakan perasaanku yang sesungguhnya. hahaha tenang rekk, usaha seng temenan.. Insya Alloh toga sendirilah yang akan mencarimu untuk minta cepet-cepet dipake. semangat 😀

28 September 2013 @gedung cakra Universitas Trunojoyo Madura. Memakai toga pertama kali dan disaksikan orang tua yang duduk diujung pojok kursi undangan itu SANGAT LUAR BIASA….. !!!!! walau ortuku tidak duduk dikursi undangan kehormatan.

Tak kuasa menahan tangis haru mataku saat mereka menyapaku, menghampiriku dan mengucapkan selamat. ku peluk bapak juara 1 seluruh dunia, yang selalu support dan mengingatkanku akan kehidupan dengan gaya nya yang sok parlente.. tak lupa pula ibuk paling cerewet yang selalu mendoakanku dalam setiap hembusan nafasnya… dan dua setan kecil yang selalu bikin gara-gara denganku pas dirumah, namun sangat menginspirasiku. :’)
bukan tanpa alasan kenapa aku bertingkah luar biasa dan mungkin sedikit lebay, mengingat perjuangan kerasku untuk me-LOLOS-kan diriku dari kampus yang super kejam dan ketat dalam menyatakan bahwa mahasiswanya LOLOOOS.. (ingat, LOLOS ya bukan LULUS.. klo LULUS hanya untuk mahasiswa yang benar-benar pinter dan selesai tepat waktu)
mungkin nanti akan aku ulas dalam tulisan yang lain tentang perjuanganku MELOLOSKAN DIRI dari TUGAS AKHIR yang sangat menyesatkan:D

Nah, setelah tangis-tangisan haru, brfoto ria dan bersuka cita sesaat.. tanpa tahu setelah LOLOS ini mau kemana, aku se-keluarga pun pulang.. dan alangkah bahagia dan terkejutnya diriku dan orang tua ku melihat foto dibawah ini :

Banner sang aktivis

Banner sang aktivis

Bisakah kalian lihat dan mengidentifikasi foto siapa yang berada ditengah-tengah dan memegang piala? “keren, anaknya lulus dibuatkan banner” (awalnya). tapi saat setelah baca tulisan diatasnya “KADER AKTIVIS” ya aktivis, wajah mereka berubah merah padam dan mengernyitkan dahi. Karena anaknya yang keren ini telah dicap sebagai seorang aktivis.. karna berdasarkan pengetahuan kedua orang tua ku aktivis itu selalu identik dengan anak nakal. karena pas mereka lihat ditelevisi yang dipertontonkan adalah selalu mahasiswa aktivis yang demo, bakar-bakar, pengerusakan, pengeroyokan dll. kolot banget kan? -____-
maklumlah mereka hanya lulusan SMA dari kawasan tambak daerah pedesaan pinggiran kota sidoarjo.
apalagi sudah ditambah dengan tulisan “terima kasih kepada bapak kaprodi, dekan, rektor atas diluluskan nya” jadi seolah kayak ke-LOLOS-an ku ini sebagai hasil lobbi-lobbi. -___-
Namun, setelah aku jelaskan secara panjang lebar sampai mulut ini berbusa-busa, mereka akhirnya percaya denganku dan bangga dengan apa itu aktivis. #legaaaaa…

Dan usut punya usut, banner ini adalah persembahan Bapak PD 3 terbaik sekaligus Bapak angkatku selama dikampus yang sekarang sudah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik, Bpk. Dr. rachmad Hidayat, M.T. bersama adek dan kader terbaikkku saudara Khairun Nurul Anam gubernur BEM-FT 2013.. suwun pakk, aku ucapkan terimakasih sudah dibuatkan banner, bikin surprise kepada keluargaku.. dan pada akhirnya Aku katakan kalo AKU BANGGA PERNAH HIDUP DAN MENJADI BAGIAN DARI KELUARGA BESAR FAKULTAS TEKNIK UTM 🙂

Iklan

2014, life’s started here

2014-Numbers-Happy-2014-Wallpaper-New-Year-Image

Ini adalah awal taun 2014.. Awal dari taun yang aku akan memulai semuanya. yang pertama dan yang paling utama adalah menentukan pilihan masa depan dengan menjatuhkan pilihan yang terbaik yang akan aku ambil. antara PASCASARJANA dan BERKARIR. aku orang nya gak mau setengah-setengah. kalo kerja ya kerja, klo pasca ya pasca. dan keduanya membutuhkan usaha dan tantangan yang luar biasa berat. MISALNYA, aku menjatuhkan pilihan pada KERJA/KARIR. berapa banyak pesaing yang akan aku hadapi jika aku mencari pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan bidang minat dan ijazah ku cukk? tapi kalao hanya utk mengejar gaji UMR (maksimal) dan kerja kasaran sih atau dalam bahasa jawa nya “angger kerja” sih gampang.. tinggal masuk pabrik, beres. tp masak sarjana s1 jurusan teknik informatika dari universitas terkemuka (UTM) MABRIK? -_____- Selanjutnya adalah PASCASARJANA. orang tua sudah mendeklarasikan bahwa “monggo nak kuliah maneh, tapi golek’o biaya dewe.. bapak/ibuk mek sanggup nyangoni uripmu tok, gk isok biaya’i kuliah”. dilema? iya. berarti aku harus cari BEASISWA.. dan beasiswa tantangan nya juga sangat luar biasa. yang dites, yang harus nyiapin berkas ini, itu.. aku tidak boleh menyerah, memang semuanya sulit dan selalu ada tantangan. hmmm, jadi berfikir kalo didunia ini mungkin yang mudah paling cuman tidur dan buang air 😀 Belajar bahasa inggris ke Pare sudah aku lalui. usaha yang lain juga masih dalam proses. tapi aku akan selalu berusaha dan berdoa untuk menggapainya kalo ini memang adalah pilihan terbaikku 🙂

Yang kedua yang akan kumulai dan yang paling rawan adalah ASMARA. yaaa.. lebih tepatnya lagi cinta. “kita bisa menentukan dengan siapa kita menikah, tapi kita tidak akan bisa menentukan siapa yang akan kita cintai – mbah sudjiwotedjo”. bukan masalah utama tapi juga bisa berakibat fatal kalau disepelekan. AKhir taun 2013 lalu lebih tepatnya pada bulan OKTOBER, pacar yang sudah bersamaku selama hampir 2taun yang telah aku perjuangan dengan penuh pengorbanan tiada tara telah meninggalkanku.. Tanpa alasan dan tanpa ada permasalahan dia tiba-tiba meninggalkanku begitu saja. dan usut punya usut ternyata alasan nya adalah orang lain yang (katanya) mirip artis barat, Tsam Sui dan lebih ganteng dari aku. motornya juga lebih keren dari motorku.. (sebagai anak petani tambak dan pedagang telor, motorku cuman vario kuno. :D). STOP ah sesi curhatnya isin aku. haha. *lanjut* Dan setelah melalu masa iddah, atau bahasa gaulnya moveOn plus bergalau ria yang berkepanjangan, ditahun 2014 ini adalah awal ku untuk memulai mencari seorang wanita yang kelak akan menengadahkan kepala nya satu shaf dibelakangku. gak usah muluk-muluk, yang penting bisa bikin aku tertarik & dapat menerima aku yang jelek, item, dekil, kurus, pendek, jenggotan, anak tambak’an dan bermotor kuno ini APA ADANYA. 🙂

Yang ketiga ditaun 2014 ini adalah awal aku memulai kehidupan baru ku. ya, kini aku adalah manusia sepenuhnya. lepas dari kampus dan lolos dari predikat mahasiswa, aku akan berusaha utk mandiri. tidak jajan atau menggantungkan hidupku pada orang tua.

Yang Keempat, aku akan menata kembali kehidupanku yang telak porak poranda taun sebelumnya, masa-masa sebagai mahasiswa telah usai begitu juga dengan sikap, sifat dan watak mahasiswaku. cinta sebelumnya juga telah usai, moveOn sudah kulalui. termasuk juga masa-masa kelam dan kekhilafan-kekhilafan yang menimpaku ditaun 2013 lalu. sekarang aku akan menjadi pribadi yang jauh baik dari taun kemarin. ini janjiku.

Dan yang terakhir, aku bersemangat untuk ngeblog lagi !!! oke ini adalah awal dari postinganku yang akan memulai postingan-postingan selanjutnya #doakan 😀

Kelas (Non) Teknologi Madrasah Tsanawiyah Di pedesaan Madura

Setiap universitas di Indonesia bertanggung jawab untuk pemberdayaan masyarakat desa yang ada di sekitar kampus tersebut. Program pemberdayaan masyakarat ini bahkan dijadikan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang sudah tingkat akhir. Mata kuliah itu bernama Kuliah kerja nyata atau dipendekkan menjadi KKN. dan ini merupakan secuplik cerita pengalaman pribadiku saat menjalani kuliah yang benar-benar nyata di desa terpencil pedalaman yang jauh dari hingar bingar kota yakni desa Rangperang Laok,Kec. Proppo,Kab. Pamekasan – Madura.

Bermula ketika aku ditempatkan sebagai tenaga pengajar tambahan di sebuah sekolah berbasis agama islam, Madrasah Tsanawiyah sumber baru ponpest Mieftahul Ulum desa Rangperang Laok, tempatku mengabdi menempuh Kuliah kerja nyata.

Pada awalnya sungguh tak terbesit sama sekali dalam benak ku untuk mengajar disebuah sekolah menengah di pedesaan. Persiapan tuk mengajar pun tidak ada sama sekali. Maklum lah sebagai mahasiswa yang menempuh jurusan teknik informatika,di bangku kuliah, aku hanya di ajari bagaimana meng-coding, meng-coding dan meng-coding. Sungguh Teknik Informatika yang membosankan.

Namun, dengan niat yang tulus ikhlas tanpa pamrih disertai bacaan basmalah sambil sedikit membuka lembaran-lembaran kenangan masa lalu 10 tahun lalu saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah, aku jadikan pengalaman tuk mengajar.

Hari pertama saat pertama masuk kelas,aku kebagian mengajar kelas VII Madrasah Tsanawiyah. Dalam batinku , mereka yang akan kuhadapi hanyalah anak desa yang baru berganti seragam dari seragam merah-putih menjadi biru-putih.  Ku buka pintu kelas itu dengan senyuman termanis yang aku punya. Seolah teringat saat pembekalan yang diberikan oleh pihak kampus sebelum KKN berlangsung,”tebarlah senyum untuk mencairkan suasana”.

“Selamat pagi pak guru!!!!!”. Hampir saja bibirku mau mengucap salam, namun sudah didahului oleh salam hangat mereka. Sungguh antusiasme yang tinggi bagi mereka menyambut guru pengganti yang belum mereka kenal sama sekali. Ku lihat disetiap sudut ruangan, kulihat senyum mereka yang mengarah kepadaku. Wajah-wajah polos bocah yang baru lulus sekolah dasar bersekolah tanpa memakai sepatu dengan dandanan seadanya. Sungguh berbeda dengan sekolah menengah pertama yang ku duduki dulu saat aku masih se-umuran dengan mereka. disini,siswa cowok memakai peci dan siswa cewek semuanya berkerudung. Benar-benar sangat kental aroma islami nya. Sekolah yang memang pada awalnya didirikan demi pengetahuan eksak santri-santri pondok pesantren.

Biar tidak diam terlalu lama,Langsung saja ku awali dengan perkenalan, nama sayaAzizi Fahmi, asal dari sidoarjo,disini kakak sedang menjalani tugas pengabdian, dan lain sebagainya, setelah itu kuminta juga anak didik baruku berbicara satu-persatu memperkenalkan diri sambil aku minta juga untuk  menyebutkan cita-cita yang mereka miliki.  Ada yang bercita-cita jadi dokter,pramugari,guru dan yang laki-laki hampir semuanya bercita-cita jadi pesepak bola. Lalu ku timpali dengan sedikit motivasi supaya mereka tak takut bermimpi untuk mengejar cita-cita nya setinggi langit,khas cuplikan kata-kata dalam film laskar pelangi karya andrea hirata. Seolah menggambarkan dan ku tekankan dalam diri mereka, kalau mereka adalah sang penerus bangsa ini.

Setelah acara perkenalan selesai, langsung saja aku tanya pelajaran apa hari ini. Serempak mereka menjawab, “bahasa arab kaaakk”. Wew, sontak langsung membuat ku sedikit salting mendengarnya. Maklum lah,biarpun dulu aku juga pernah mengenyam pendidikan pesantren,namun sudah hampir 4 tahun terakhir otak ku terinstall ulang dengan coding-coding pemrograman khas Teknik Informatika. Sehingga materi-materi dan ilmu yang berbau bahasa arab ku pun hampir sirna sudah. Keringat pun mulai bercucuran membasahi peluh ku. Terdiam ku sesaat,serasa terkunci bibirku. Kupandangi muka polos adik-adik sang penerus bangsa didepan mataku yang tak sabar menunggu materi apa yang akan kusampaikan.

Mencoba bersikap rileks biar tidak terlihat semakin kaku,kutanya mereka dengan suara ku yang agak sedikit parau karena grogi, “sampai mana pelajaran  nya adik-adik? Ada PR gak dari guru kalian sebelum nya?” mereka pun menjawab, ”ada kakk”. Lantas ku timpali , “Boleh kakak lihat ?” . wajah-wajah polos itu pun sontak langsung berdiri menyerahkan PR bahasa arab nya kepadaku. Kulihat dan kukoreksi pekerjaan mereka satu-persatu seolah meyakinkan mereka kalau aku tidak se-gugup yang mereka kira dan sedikit mengerti tentang pelajaran yang sedang aku pegang. Namun semakin tidak mengerti dan tidak paham juga aku akan pelajaran ini. Sedikit mencari refrensi aku tanya, “kitabnya tentang pelajaran ini mana??” . mereka pun menjawab, “gak ada kakk, dibawa gurunya”. Keringat pun semakin deras,seolah ini bukan diriku yang biasanya. Maklumlah, pelajaran yang tak lazim kutemui juga tanpa ada kitab atau refrensi yang dapat aku pakai untuk mengajar. Aku pun mencoba tuk berpikir cepat. Ku teringat dalam tas ransel ku ada kamera digital biasa aku gunakan tiap ada moment-moment yang menarik dan sebuah laptop yang kebetulan sebelum mengajar meminjam pada salah satu temanku andi, karena memang sebagian dari teman-teman KKN memberikan sedikit tips kalau anak-anak disana masih sangat buta akan teknologi, terutama komputer.

Antusiasme saat belajar mengoperasikan laptop

Antusiasme saat belajar mengoperasikan laptop

Kutaruh buku-buku tentang pelajaran bahasa arab tersebut dan dengan nada ajakan yang berharap di kabulkan kutawari laskar pelangi itu dengan pelajaran komputer. Sontak mereka lebih antusias menyambutnya mengingat disekolah nya memang tidak ada pelajaran komputer atau kelas teknologi yang biasanya disebut mata pelajaran TIK. Sungguh tragis, di usia mereka yang seharusnya sudah mulai diajari dasar-dasar komputer seperti Ms Word,Excel dan Powerpoint namun disana tentang arti kata komputer,internet dan laptop pun menjadi tabu. Benar-benar sekolah yang gagap teknologi dalam batin ku.

Kubagi kelas itu menjadi dua bagian, bagian kiri adalah kelas belajar komputer dan disebelah kanan nya adalah kelas fotografi. Sungguh bahagia rasanya melihat wajah-wajah polos yang ceria dan kegembiraan pun terpancar jelas dari wajah mereka yang rata-rata baru pertama kali memegang laptop dan kamera digital. Dikelas fotografi satu-persatu dari mereka aku ajari bagaimana menggunakan kamera tersebut dan bagaimana cara mengambil gambar yang bagus. Kulihat mereka semua pada mencoba untuk meng-ekspresikan gaya mereka didepan kamera. Ada yang berfoto ria bersama kelompoknya dengan gaya minimalis , ada yang bergaya bak foto model desa, ada yang mengajak ku foto bareng bergantian. Sungguh merasa bak selebritis aku dikelas itu yang diminta fans bergantian foto bersama.

Dibagian lainnya para calon sarjana Teknik Informatika meng-ekspresikan diri. Aku ajari mereka bagaimana cara memegang mouse, bagaimana mengetik di keyboard dan bagaimana menghidupkan dan mematikan laptop. Ku lihat Sungguh gembira sekali mereka yang baru pertama kali memegang barang baru dan langsung belajar menggunakan nya dengan baik. Sontak saja, beberapa dari mereka ada yang berkata kepadaku bahwa telah menemukan cita-cita baru yang selama ini tak pernah terfikirkan dalam hidupnya,yaitu menjadi sarjana teknologi.

JANCOK itu???

Antara FUCK, JANCUK, JANCOK dan DOLLY

(kesalapahaman yang terdoktrin)

 

Jancok, kesalahpahaman yang terdoktrin..

Sadurunge moco bukaen motomu ojo mek nggawe perasaan!

Dadi Ayo saiki monggo belajar ilmiah, ojo mek iso ndoktrin lek jancuk iku elek thok!

 

Opo iku jancuk?

Pasti akeh seng jawab iki :

Jancuk iku kotor

Jancuk iku misuh

Jancuk iku gak nggenah, elek, kemproh, najis, taek, telek, sakkarepmu….

 

Terus opo iku FUCK?

Pasti jawabane yo gak adoh teko seng nang ndukur!

 

Saiki sopo seng ngerti asal-muasale jancuk karo fuck muncul?

95% pasti gak weruh, mek dikandani wong tuwek lek yo wes elek ngunu ae…

5% weruh sawise googling, apene takok wong tuwek malah dituturi…

 

mboh sopo seng mulai ngomong jancuk, sampe saiki durung ono seng iso njelasno. Ono seng ngomong iku basa arab, basa belanda, basa cino, tapi seng paling cidek iku jancuk dipadakno artine karo ngencuk (bersetubuh) TAPI…TAPI… ojo komentar sek! kata jancuk iki tambah taon tambah mrene kenek perluasan makna kata. Kata jancuk saiki iso mlebu nang macem-macem ekspresi. Lek jare sudjiwotedjo spektrum jancuk iku luas, ojo diarti’no mek kata kotor.

Contoh :

 Jancuk, dompetku ilang cuk!

 Jancuk, aku ketrimo nang snmptn rek!

 Hei jancuk, yo’opo kabarmu cuk?

 Jancuk, pacarku selingkuh!

 Jancuk… jancuk… jancuk….

pas seneng ngomong jancuk, pas susah ngomong jancuk, pas lapo ae yo jancuk!

 

Seng bener iku JANCOK opo JANCUK seh?

Ono seng ngeyel JANCOK ae luwih lego timbang JANCUK, tapi iku mek perasaan ae la’an gak ilmiah. Lek ndelok teko kata dasare seng dipadakno karo kata ngencuk, dadi seng bener yo JANCUK, TAPI berhubung logate wong jowo opo maneh logat wong suroboyo iku nyebut huruf U iso dadi O, yo ojo salahno lek berubah dadi JANCOK, iku mek kenek pelafalan dan logat ae kok, pengen nulis JANCUK monggo, nulis JANCOK yo monggo… gak usah eker-ekeran

 

Trus saiki opo bedane karo FUCK?

saiki aku takon opo artine FUCK? ngencuk? padahal asline fuck iku gak ono hubungane karo artine ngencuk. fuck iku biyen teko singkatan Fornication Under Consent of The King (Hubungan intim telah mendapatkan ijin dari raja).

bingung kok singkatane ngunu? 

ngene critane, pas jaman biyen nang inggris iku kabeh aturan diatur raja, sampe nang urusan nggawe anak/ngencuk! nah gawe seng pengen ngencuk opo nggawe anak iku kudu ijin nang raja, seng oleh ijin bakal oleh tanda tulisan FUCK seng dideleh nang ngarepe lawang omahe wong seng apene ngencuk iku!

saiki…

kedadeane FUCK karo jancuk iki podo ae asline, FUCK akhire ngalami perluasan kata seng asale singkatan teko raja inggris, akhire artine iso dadi ngencuk, tapi pas jaman saiki kata fuck iki ngalami perluasan kata maneh, lek gawe wong inggris iku kata seng melok’i “expresi” pisan podo koyo’ jancuk.

tapi lek ngomong jancuk karo fuck iku duso lho!

sopo seng ngomong duso?

pasti dudu teko awakmu dewe toh?

pasti dudu teko pikiranmu dewe toh?

LEK JAREKU lho yo, jancuk iku gak duso!

Engko awakmu iso mlebu neroko lho lek misuh jancuk ae saben dino!

Iki pisan, seng ngomong koyo’ ngene berarti ngalah-ngalahi seng kuoso ae, surgo neroko dudu menungso seng nentukno, gak mesti yoan wong seng gak misuh iku pasti mlebu surgo. 

saiki opo seng nggarai jancuk iku dadi duso?

opo gara-gara seng dipada’no karo ngencuk?

LEK JAREKU jancuk gk ono hubungane karo agama, tapi jancuk iku mek masalah ETIKA karo mindset pikiranmu!

 

Saiki aku tau weruh ono celukan gawe dulur wedok nang daerah njobo suroboyo iku nggawe celukan CUK, trus opo yo iso langsung dianggep duso? Ojo berpikiran sempit tah rek! Mek gara-gara di doktrin wong tuwek-tuwek lek jancuk iku rusuhan, lek jancuk iku kotor langsung manut ae gak digoleki kenek opo kok iso koyo’ ngunu

 

Catetan penting!

Seng jelas awakmu kudu ngerti panggon pas ngomong jancuk, ono sopo nang kono, koncomu opo wong tuwomu. soale gak kabeh wong iso nrimo lek ono wong seng lambene misah-misuh ae. opo maneh lek dudu arek suroboyo.

awakmu ngomong jancuk karo sopo? pas ono sopo? lek nang wong seng luweh tuwek seng gak ngerteni paling-paling mek ditapuk lambemu, nah lek misuhi wong seng ngerti paling yo dibales pisuhan yoan! tapi cobaen nang arek seng sa’pantaran awakmu, opo maneh koncomu dewe, paling yo dijarno ae, paling malah pisuh-pisuhan. malah ngguyu-ngguyu bareng. Saiki cobaen pisan pisuhono wong teko luar pulau opo luar negri paling yo de’e tolah-toleh gak weruh artine.

 

aku njelasno arti jancuk kabeh koyo’ ngene dudu nggarai awakmu kudu misuh-misuh saben dino, saben jam, aku mek pengen ngutarakno pendapat 

 

pas posoan = stop misuh?

sepurane aku dudu wong seng MUNAFIK pisan, gara-gara poso terus aku mandeg misuh, trus pas wes mari posoan misuh maneh! iku berarti aku munafik! 

njogo omongan iku pancen kudu dilakokno kapan ae gak mek posoan, tapi  gak usah dadi wong seng munafik.

Seng diarani wong munafik iku termasuk seng rai pabrikan pasar turi tapi pas misuh ngomong Fuck dudu jancuk! Ce’ luwih keren opo sangar ngunu tah? -_-

 

Tambahan ae iki!

Aku sampe saiki kudu ngguyu ae lek ono seng risih nulis opo nyebut DOLLY. Ono seng nulis DOLLY ae kudu ono tanda bintang koyo’ ngene, d*lly ; do**y. Lek fuck dadi f*ck sek iso dingerteni, lha seng dolly iku lalapo seh risih ngunu? Padahal dolly iku ngunu asal-muasale teko jeneng pendirine, yoiku Tante DOLLY van der mart. Trus opo iyo lek nyebut dolly iku duso? Tabu? Hash gak usah pikiran sempit rek!

 

Mugo-mugo opo seng ta’tulis iki iso diwoco karo kabeh wong. Aku nulis dowo-dowo koyo’ ngene asline yo mek pengen ngelurusno ae ce’ gak salah paham, ce’ gak eker-ekeran, iki ngunu jareku, gak peduli cangkeme wong liyo. soale aku sadar pas nulis iki pasti ono ae wong seng PRO karo KONTRA tapi iku pancen pendapat wong beda-beda, tapi lek gak trimo yo iku urusanmu karo keluargamu! 🙂

 

asline lho rek sumber informasi seng ta’tulis iki ngunu ono kuuabeh nang internet, mek koen ae seng gak gelem nggoleki karo lebih sreg twitteran ae timbang golek ilmu nang internet…. #kalem

sepurane lek basaku campur-campur, soale aku mek pengen tulisanku gampang di ngerteni

nedho nrimo dulur 🙂

sumber : http://aslisuroboyo.tumblr.com

mobil tamiya berkat debut dipodium bintang kelas

hidup dengan keluarga yang superr kolot,super pelit dan super sibuk itu sungguh membuat perih bagi seorang anak sulung yang waktu itu ‘masih sendiri’. ngapa-ngapain selalu diatur, selalu dibuat nurut sama orang tua tanpa harus membantah atau menyatakan pendapat. diktator banget.* ngenessss…..
waktu itu aku masih kelas 3 SD. masih sedikit ingusan gituu.. pengen apa pengen itu aku hanya bisa nelen ludah tanpa bisa mengunyah.. *SakitTenggorokan. ya waktu itu aku pengin banget punya mobil tamiya.. tau mobil tamiya kan?  klo gk tau apa itu mobil tamiya, ini spoiler nya :

mainan mobil-mobilan dengan bahan baku bateray, yang punya kecepatan tinggi yang di adu balapan di trek lorong-lorong yang terbuat dari pipa besar yang sederhana dan lagi ngetrend banget waktu itu. aku lihat teman-teman sekolah,teman-teman ngaji,teman-teman main, tetangga terdekat,tetangga terjauh dan lain sebagainya..

siang – malam – pagi – sore – shubuh – maghrib – midnight aku cuman bisa nangis dan nahan hasrat.. ngidam banget… ngilerrr klo denger suara balapan nya… cz disamping rumahku ada yang sering menggeber gas nya. hmmmmm… mau ngomong ke ortu takut banget klo teringat tatapn mata bapak yang sangat tajam yang sanggup memotong apa aja yang di pelototin. *InspirasiSharinganSasuke
aku pun hanya diem.. membisu, memaku. sampe-sampe aku gambar tuh mobil dan aku jadikan sampul buku-buku sekolah ku. rasanya  pengen banget berkhayal ngumpulin 7 dragon ball dan memanggil sang naga sherlon yang sanggup mengabulkan segala permintaan… hmmmmmm it’s impossible.
but impossible is nothing.. nothing impossible in the world. ya. ini NYATA. waktu itu saat penerimaan rapor sekolah cawu 3. yang artinya akan menginjak kelas 4 setelah liburan. dan kebetulan ,kebetulan banget AKU RANGKING 1. yaa rangking 1 menn.. itu saat aku debut perdana menyandang predikat rangking 1 selama sekolah.  orang tua ku pun terharu bukan main..  bangga. tak pernah kulihat raut wajah nya selain pada saat itu.. its very-very happiness….  dan beberapa hari setelah kejadian penganugrahan bintang kelas,  dikamarku telah terhampar kardus berbungkus tas kresek hitam yang saat aku buka berisi :

hemmmmm spechless.. aku nangiss lagi waktu itu… nangiss terharu..hmmmmm ternyata ortu ku perhatian banget dengan keinginan ku walaupun aku gk prnh sekalipun ungkapkan apa yang aku minta..  tiapp hari aku mainin, aku sayang-sayang, aku geberr bersama teman-teman dan iseng-iseng aku ikut kontes perlombaan. walaupun cuman menang sebagai juara 3 itu uda heppi banget… mengingat keinginan ku yang waktu itu tersendu-sendu..

dan sampai sekarang, aku jadi sadar ternyata kasih sayang orang tua tuh jauh lebih besar dari segalanya walaupun kadang tak selalu mmbuat kita senang dan tak selalu ada disaat kita sangat menginginkan. 🙂

Awal mula Buku Rangperang Laok

nampang di gerai nulisbuku.com

Akhirnya setelah ada ide dan waktu yang tepat, akhirnya aku dengan teman sekelompok KKN bisa mempunyai sebuah buku yang diterbitkan dan bisa dibaca oleh orang se-antero Indonesia. Ya, meski tidak setebal novel, tetapi jujur aku sangat senang bisa menerbitkan buku yang ditulis oleh 13 mahasiswa ini.

Rangperang Laok, sebuah judul buku yang juga sebuah nama desa kecil di kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan. Meski banyak yang mengkritik judul buku karena tidak menjual *katanya* namun aku lebih suka judul buku ini Rangperang Loak sesuai isi dari buku yang ditulis karena berawal dari tugas kuliah ini. jadi begini ceritanya *sambil singsingkan lengan baru*. Saat menjalani masa KKN, aku dan ke-12 teman kelompok yang lain dibagi beberapa kelompok untuk menyelesaikan tanggung jawab dan tugas selama berada di desa Rangperang Laok. Membuat buku monografi desa adalah salah satu tugas wajib dalam menjalani 27 hari masa KKN di pedalaman kabupaten Pamekasan.

Pada awal-awal KKN, wahyu alam (kordes) rajin posting blog tentang cerita selama menjalani hari demi hari di Rangperang Laok. Teman-teman dan aku melihat nya menulis. Kemudian disaat rapat, kami kebingungan. Kita ingin membuat sebuah kenang-kenangan untuk 13 anggota kelompok sehingga ketika kita melihat benda itu kita akan teringat kembali wajah-wajah ke-13 teman. Ide mulai kaos, vandel, sampai jaketpun sempat terlintas. Tetapi semuanya tidak ada yang cocok dihati. Kita ingin something different. “kita buat buku saja, itu adalah tulisan si kordes dan nanti ditambah tulisan dari kita” lontar Opank memecah keheningan ketika berpikir. “Oke, jadi begini. Silahkan setiap orang membuat sebuah artikel tentang kisah paling menarik selama KKN, kemudian di setor ke aku. Nanti aku yang menyusun jadi sebuah buku.” Sambutku. “iya betul, jadi nanti kita bisa membaca kisah-kisah selama KKN ini ketika sudah dewasa dan bisa dibaca anak-anak cucu kita” jawab Opang dengan bijak. Akhirnya kita sepakat membuat buku.

 

nampang euyy

nampang euyy

Di perjalanannya membuat buku aku teringat nulisbuku.com, selain bisa di cetak untuk ke-13 orang anggota kelompok, buku ini juga bisa dijual. Barangkali ada orang yang tertarik untuk membacanya. Buku ini menceritakan tentang monografi desa dan bagaiman kisah ke-13 mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura di desa terpencil nan indah, Rangperang laok,proppo,pamekasan – madura

Mimpi di Atas Langgar Sampai ke Auditorium Universitas Trunojoyo Madura

Image

kelompok 14 kkn UTM 2012

Momen-momen berdiksusi, bermusyarah hingga membicarakan hal-hal yang tidak penting semuanya terjadi kala KKN Pebruari lalu di langgar klebun Rangperang Laok. Di atas langgar yang berbentuk panggung dan terbuat dari bambu itu kami satu kelompok membicarakan masa depan. Saat itu kami memerhatikan buku yang sudah di print pakai printer Epson untuk keperluan laporan ke kampus. Buku itu kami beri judul sesuai desa tempat kami KKN. Rangperang Laok. Saat itu kami masih berencana untuk mencetaknya dipercetakan NulisBuku.com.

Kami suka berkhayal dan bermimpi yang tidak jelas, kadang terlalu tinggi untuk dibayangkan. Kami bermimpi bisa launching buku itu difasilitas LPPM UTM (kampus kami). Membayangkan kami ber-13 bisa duduk seperti artis yang sedang launching film di depan gedung no.1 di kampus UTM itu. Kami bermimpi ber-13 bisa duduk di depan bercerita bagaimana KKN di Rangperang Laok sambil memakai kaos Rangperang Laok juga memberikan buku gratis Rangperang Laok kepada peserta yang hadir. Namun panggilan makan malam dari ibu Klebun membuyarkan mimpi kita saat itu. Kamipun harus makan malam dan segera membiarkan mimpi itu tersapu oleh angin malam yang bergelayut di langit Pamekasan.

Namun sebuah sms di Jum’at malam hampir 5 bulan setelah KKN menguak kembali mimpi itu. SMS dari Pak Rum (LPPM UTM) meminta aku untuk memberikan testimoni saat pembekalan KKN di hari Sabtu, 7 Juli 2012. Sambil menghela nafas aku membaca ulang SMS itu. Seolah tidak percaya, senang, dan sedih berkecamuk di malam yang juga malam Nifsu Sya’ban. SMS itu langsung aku foward ke teman KKN-ku yang masih tersimpan dengan angka 14 di depan namanya (14 adalah nama kelompok kami saat KKN). Andre merupakan teman yang paling tanggap dan sangat bangga membaca sms itu. Semua teman-teman mendukungku untuk mengambil kesempatan ini dan memberikan testimoni. Sayangnya saya Jum’at sampai Senin harus ke Jakarta ada sebuah acara yang tidak kalah pentingnya. Aku meminta ada teman-teman KKN yang mau menggantikannya. Andre adalah salah seorang yang menawarkan diri untuk siap menggantikan posisi saya.

Keesokan harinya, Andre datang ke rumah untuk meminta foto-foto saat KKN juga meminta saran dari saya. Yah, sebisanya dan sepengetahuan saya, diberikanlah wejangan dari Pak Kordes kepada Andre yang mau presentasi besok. Mulai dari skenario presentasi, slide, foto yang akan ditampilkan, juga satu video paling menarik yang akan menghibur teman-teman adik kelas yang akan KKN.

Ketika di Jakarta saya dapat laporan dari Andre bahwa presentasi berjalan lancar dan sukses berat. LPPM sangat senang dan tidak menyangka buku kita sudah ada di nulisbuku.com, bahkan LPPM mengatakan kelompok kami (kelompok 14) ini seharusnya dapat nilai A++. Mereka juga mengklaim kita adalah kelompok terbaik. Padahal waktu KKN dulu kita menyatakan kita memang bukan kelompok terbaik yang dikunjungi Rektor UTM dan berhasil masuk Radar Madura, tapi kami hanyalah kelompok  yang KKN di sebuah desa kecil nan permai, tapi yang membedakan kami mempunyai keeratan yang luar biasa dan juga terekam dalam sebuah buku. itu saja.

Peserta yang mengikuti pembekalan KKN alias adik angkatan ini sangat senang dan bisa tersenyum melihat Andre presentasi, menurut Andre bahkan ada satu peserta yang duduk di depan matanya berkaca-kaca saat diputarkan video hari perpisahan kelompok 14.

Kami sangat bangga mimpi yang sepertinya khayalan belaka bisa terwujud di gedung utama UTM (saat ini) yaitu Auditorium.

spoiler for cover buku rangperang laok.

Image

hasil kerja keras kelompok 14

sumber, pak kordes : http://wahyualam.com

tentang sidoarjo

Image

kalanganyar

 

Kabupaten Sidoarjo mempunyai luas wilayah 591,59 km2. Sidoarjo  dikenal sebagai penyangga utama Kota Surabaya, dan termasuk Kawasan Gerbang Kertosusila. Bandara Internasional Juanda dan Terminal Bus Purabaya yang dianggap sebagai “milik” Surabaya, berada di wilayah kabupaten ini. Terminal Purabaya merupakan gerbang utama Surabaya dari arah selatan, dan salah satu terminal bis terbesar di Asia Tenggara. Kereta komuter Surabaya-Sidoarjo-Porong menghubungkan kawasan Sidoarjo dengan Surabaya. Industri dan jasa merupakan sektor perekonomian utama Sidoarjo. selat Madura di timur merupakan daerah penghasil perikanan, diantaranya ikan, udang, dan kepiting. Sidoarjo juga dikenal dengan sebutan kota petis. Sidoarjo termasuk daerah delta, karena diapit oleh dua aliran sungai pecahan sungai Brantas, yaitu Kali Porong dan Kali Mas, sehingga lahan pertaniannya sangat subur, dan memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi. Perkembangan Kota Sidoarjo cukup pesat, terutama di sektor industri kecil. Sentra industri tas dan koper di Tanggulangin menjadi tujuan utama wisata belanja bagi para wisatawan. Kerajinan tas dan koper Intako banyak menawarkan aneka produk berkualitas. Daerah ini juga memiliki obyek wisata yang menarik antara lain Pantai Kepetingan, Pucukan dan Gesik Cemandi. Peninggalan sejarah berupa candi juga benyak ditemukan antara lain Candi Pari, Dermo, Pamotan, Tawang Alun dan Klajen. Agenda budaya yang dilakukan antara lain upacara Petik Laut di pantai Gesik Cemandi, Tasyakuran Laut setiap menjelang Mulud di Mburu Kidul, Haul Putri Ayu Sekardadu seminggu sebelum Nyadran di Kepetingan, dan Nyadran dilaksanakan seminggu sebelum puasa. Bagi petani tambak dapat menghadiri Lelang Bandeng aetiap peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW bertempat di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

DINAS PARIWISATA KABUPATEN SIDOARJO
Jl. Sultan Agung 34
Phone 031-8955774, 8941104

sumber : http://indoturism.blogspot.com

sidoarjo

peta sidoarjo

foto : http://ngeluyuran.blogspot.com

Memahasiswakan Siswa Melalui Ospek

Image ospek

SETIAP jenjang pendidikan memiliki lingkungan dan pola kehidupannya masing-masing. Kehidupan SD berbeda dengan SMP, SMP berbeda dengan SMA, dan SMA pun berbeda dengan perkuliahan. Agar dapat survive di kehidupan yang baru, maka dibutuhkan suatu sarana orientasi. Sukses atau tidaknya kehidupan awal seorang mahasiswa di dunia baru mereka, yakni kampus, ditentukan dari berhasil atau tidaknya masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang mereka jalani.
Pada hakikatnya, ospek memegang peran penting terhadap kehidupan mahasiswa di masa perkuliahan. Pada sarana ini, pola pikir mereka diubah, dari yang semula hanya berpikir untuk dirinya, menjadi pola pikir global. Tidak hanya itu, di masa inilah seorang mahasiswa baru akan menentukan jalan hidupnya di kampus, apakah hanya sebatas mahasiswa pembelajar, atau bahkan mahasiswa ideologis. Dan yang terpenting, pada sarana ini, pola hidup dan karakter siswa setiap mahasiswa baru diubah menjadi seorang mahasiswa yang sebenarnya.

Banyak cara yang diterapkan oleh para senior untuk melakukan perubahan pada diri setiap junior mereka agar menjadi layaknya seorang mahasiswa. Mulai dari sekadar penugasan-penugasan, hingga kepada tindakan perpeloncoan dan aksi kekerasan. Hal ini jelas tidak dibenarkan, karena telah keluar dari esensi penyelenggaraan ospek. Kegiatan ini diadakan bukan untuk aksi perpeloncoan atau kekerasan, melainkan suatu proses yang memahasiswakan siswa, terutama dari aspek pemikiran.

Berbicara mengenai memahasiswakan siswa, perlu ada definisi yang jelas terkait apa itu sebenarnya mahasiswa, lalu apa yang menjadi pembeda antara siswa dan mahasiswa. Menurut sebagian besar aktivis mahasiwa, mahasiswa ialah sekelompok pelajar di perguruan tinggi serta memiliki idealisme yang pro terhadap rakyat. Di samping itu, menurut Djojodibroto, mahasiswa merupakan golongan masyarakat yang memiliki dua sifat, yakni manusia muda dan calon intelektual. Mahasiswa harus berpikir kritis terhadap kondisi sosial yang ada di sekelilingnya. Sedangkan siswa hanya sekadar sekelompok pelajar yang belajar di suatu instansi pendidikan. Kata idealisme inilah yang menjadi pembeda besar antara mahasiswa dan siswa. Dan ospeklah yang menyisipkan makna serta nilai idealisme pada setiap siswa untuk menjadi seorang mahasiswa.

Para senior di setiap kampus memiliki cara tersendiri untuk memahasiswakan siswanya. Di beberapa kampus, kegiatan ospek dominan dengan pembebanan-pembenan tugas saja, misalkan tugas membuat antribut, menulis esai, menulis karya ilmiah, dsb. Di kampus lainnya, ospek diisi oleh kegiatan yang lebih variatif, selain pembebanan tugas, ada pula kegiatan seperti simulasi aksi dan acara-acara games ringan. Namun, adapula kampus yang memberikan tekanan lebih terhadap para junior mereka dengan cara pelatihan mental atau fisik yang sifatnya masih cukup ringan. Di sisi lain, masih ada pula kampus-kampus yang menerapkan aksi kekerasan.

Pada dasarnya, apa pun cara dan metode ospek harusnya bukan atas dasar balas dendam para senior atas apa yang mereka alami sebelumnya. Sejatinya, ospek digelar atas dasar kepedulian para senior kepada para juniornya agar mereka dapat dengan cepat beradaptasi dengan dunia kampus serta menjadi mahasiswa yang lebih baik dari pada seniornya. Meski memiliki maksud yang baik, aksi kekerasan dalam kegiatan ospek tetap saja tidak dibenarkan. Karena pada hakikatnya, aksi kekerasan hanya akan menimbulkan sakit hati bagi para korban dan mengakibatkan budaya balas dendam tidak akan hilang.

Tak dapat dimungkiri lagi,  ospek sebelum memasuki dunia kampus sangatlah dibutuhkan, apa pun metodenya. Di momen inilah perubahan-perubahan awal dari siswa menjadi mahasiswa dilakukan.  Apa jadinya jika di suatu kampus tidak ada kegiatan ospek sama sekali? Dari manakah para mahasiswa baru tahu akan kampusnya, tahu akan esensi dari gelar mahasiswa yang kini mereka sandang, tahu akan bagaimana gelar mahasiswa yang mereka sandang kali ini berperan? Mahasiswa dengan spesies apakah yang akan dilahirkan jika tidak ada proses ospek? Akan jadi apakah bangsa ini jika para kaum intelektualnya hanya mementingkan diri mereka sendiri? Mahasiswa datang hanya untuk belajar, mendapat nilai, lulus, serta mendapat gelar. Kontribusi apakah yang akan diberikan oleh mahasiswa jenis ini kepada rakyat Indonesia ? Padahal di sisi lain, pendidikan yang mereka nikmati juga berasal dari uang-uang rakyat, cucuran keringat serta kerja keras rakyat. Di manakah hati nurani Anda wahai para mahasiswa ?

Setuju atau tidak setuju, ospek tetap dibutuhkan oleh para mahasiswa baru untuk memahasiswakan mereka setelah melewati fase siswa. Namun yang menjadi pertanyaan ialah metode ospek apakah  yang ideal bagi para mahasiswa baru agar mereka dapat memahami makna dari status mahasiswa yang kini mereka sandang? Apa pun metodenya, yang terpenting ialah metode tersebut tidak menyimpang dari garis orbit ospek sebagai sarana memahasiswakan siswa. Setidaknya hal yang perlu ditanamkan para senior kepada para juniornya saat ospek ialah mengubah paradigma berpikir para mahasiswa baru agar dapat berpikir kritis dan global terhadap apa yang sedang dialami oleh bangsa ini. Nilai selanjutnya ialah memahami peran dari mahasiswa sebagai agent of change, iron stock dan moral of voice, dan yang tak kalah penting ialah cinta Tanah Air, bukan cinta terhadap jurusan atau almamater. Metode apa pun yang akan diterapkan juga sebaiknya tidak monoton dan menyesuaikan tekanan dengan kebutuhan. Namun sekali lagi, jangan sampai menjurus ke arah hukuman fisik dan tindakan kekerasan.

Sukses atau tidaknya mahasiswa dalam menjalankan perannya di masyarakat tidak akan pernah terlepas dari nilai-nilai yang mereka peroleh saat masa ospek. Apakah banyaknya kegagalan dari pergerakan mahasiswa akhir-akhir ini dalam memperjuangkan nasib rakyat Indonesia akibat dari masa ospek yang gagal? Karena pengaruhnya yang sangat kuat dalam pembentukn karakter mahasiswa, maka kita perlu membenahi ospek dengan mengembalikannya pada esensi dan tujuan yang sebenarnya.

Fazar Dinata
Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material
Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

KKN 2012 di RangPerang Laok,Proppo,Pamekasan – Madura

sungguh takjub saya pas pertama kali menginjakkan di desa ini…

benar2 desa yang asri dan sungguh kental adat istiadatnya..

hal sama seperti yg saya rasakan 15 taun lalu d desa saya waktu kecil…

ohhh rang perang laok … semoga kerasan saya slama 27 hari dsana…